Langsung ke konten utama

Dalam Sujudku

DALAM SUJUDKU
Khoirunnisa Tri Utami

Keheningan memancar laksana sebuah alunan tak berdentang
Mengikis detik-detik panah zaman
Menggerogoti perisai penyiksaan
Melawan permata kegaduhan

Kini tiba saatnya
Dari serigala-serigala yang sibuk mengais mimpi mereka
Merayap menapaki seruan mulia
Menapak tangan dalam segenggam kenikmatan

Dalam sujudku
Berharap kasturi hinggap dalam sarat jiwa
Memangsai derita tanpa dosa
Bersimpuh lembar-lembar laknat dunia

Dalam sujudku
Berjuta untaian kata kata manis jiwa berteriak
Untuk ribuan pemangsa hidup tak berarti
Dan hidupku sebagai dupa tanpa api

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam yang Terlewat

Salam yang Terlewat manalagi yang disebut manis jika gula sudah tercuri semut manalgikah yang dinamakan asin jika air laut telah tertarik menjadi awan aku menjadi abu berhias lilin mengundang lalu kau mengenang lalu yang mengguru

Dunia di Atas Kertas

Dunia Diatas Kertas Karya: Khoirunnisa Tri Utami Memandang jamuan keikhlasan bertahta surga Bermesraan kala hujan tengah bercerita Bermain bayang-bayang bermata pisau tua Akhirnya tertidur hingga tak bertanya Di sudut sekolah kerikil berirama tanpa syarat Memakan tangisan-tangisan sang awan Meminum puluhan asam perkaratan Hingga kutemukan dua merpati bersanding di pucuk pinus Belajar, menerka, dan menangisi kabut tipis Menahan tinggi air melampaui lautan semu Mengkaji butiran-butiran embun fajar Dalam kata, kuucap mimpi dalam sebait puisi