Langsung ke konten utama

Dunia di Atas Kertas

Dunia Diatas Kertas
Karya: Khoirunnisa Tri Utami


Memandang jamuan keikhlasan bertahta surga
Bermesraan kala hujan tengah bercerita
Bermain bayang-bayang bermata pisau tua
Akhirnya tertidur hingga tak bertanya

Di sudut sekolah kerikil berirama tanpa syarat
Memakan tangisan-tangisan sang awan
Meminum puluhan asam perkaratan
Hingga kutemukan dua merpati bersanding di pucuk pinus


Belajar, menerka, dan menangisi kabut tipis
Menahan tinggi air melampaui lautan semu
Mengkaji butiran-butiran embun fajar
Dalam kata, kuucap mimpi dalam sebait puisi





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam yang Terlewat

Salam yang Terlewat manalagi yang disebut manis jika gula sudah tercuri semut manalgikah yang dinamakan asin jika air laut telah tertarik menjadi awan aku menjadi abu berhias lilin mengundang lalu kau mengenang lalu yang mengguru

Dalam Sujudku

DALAM SUJUDKU Khoirunnisa Tri Utami Keheningan memancar laksana sebuah alunan tak berdentang Mengikis detik-detik panah zaman Menggerogoti perisai penyiksaan Melawan permata kegaduhan Kini tiba saatnya Dari serigala-serigala yang sibuk mengais mimpi mereka Merayap menapaki seruan mulia Menapak tangan dalam segenggam kenikmatan Dalam sujudku Berharap kasturi hinggap dalam sarat jiwa Memangsai derita tanpa dosa Bersimpuh lembar-lembar laknat dunia Dalam sujudku Berjuta untaian kata kata manis jiwa berteriak Untuk ribuan pemangsa hidup tak berarti Dan hidupku sebagai dupa tanpa api