Langsung ke konten utama

Pengaduan

PENGADUAN
Khoirunnisa Tri Utami

Anak ayam yang meciap
Meronta makan pada induknya
Merogoh separuh ampela dari sang raja
Putih tak bernoda

Menciap,,
Anak ayam mengadu kedinginan
Pada selimut sanubari yang tak pernah padam
Pada serambi mimpi tak bersalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Salam yang Terlewat

Salam yang Terlewat manalagi yang disebut manis jika gula sudah tercuri semut manalgikah yang dinamakan asin jika air laut telah tertarik menjadi awan aku menjadi abu berhias lilin mengundang lalu kau mengenang lalu yang mengguru

Dunia di Atas Kertas

Dunia Diatas Kertas Karya: Khoirunnisa Tri Utami Memandang jamuan keikhlasan bertahta surga Bermesraan kala hujan tengah bercerita Bermain bayang-bayang bermata pisau tua Akhirnya tertidur hingga tak bertanya Di sudut sekolah kerikil berirama tanpa syarat Memakan tangisan-tangisan sang awan Meminum puluhan asam perkaratan Hingga kutemukan dua merpati bersanding di pucuk pinus Belajar, menerka, dan menangisi kabut tipis Menahan tinggi air melampaui lautan semu Mengkaji butiran-butiran embun fajar Dalam kata, kuucap mimpi dalam sebait puisi

Dalam Sujudku

DALAM SUJUDKU Khoirunnisa Tri Utami Keheningan memancar laksana sebuah alunan tak berdentang Mengikis detik-detik panah zaman Menggerogoti perisai penyiksaan Melawan permata kegaduhan Kini tiba saatnya Dari serigala-serigala yang sibuk mengais mimpi mereka Merayap menapaki seruan mulia Menapak tangan dalam segenggam kenikmatan Dalam sujudku Berharap kasturi hinggap dalam sarat jiwa Memangsai derita tanpa dosa Bersimpuh lembar-lembar laknat dunia Dalam sujudku Berjuta untaian kata kata manis jiwa berteriak Untuk ribuan pemangsa hidup tak berarti Dan hidupku sebagai dupa tanpa api